LPK-RI Sulut Berduka, Kepergian Pato Anoa Tinggalkan Jejak Ketulusan dan Persaudaraan di Manado
Sulut- Manado –visualharian.com Duka mendalam menyelimuti keluarga besar LPK-RI Sulawesi Utara atas berpulangnya salah satu anggotanya, Maikel Lantu yang dikenal luas dengan sapaan Pato Anoa.
Kabar kepergian sosok yang dikenal rendah hati ini menyisakan kesedihan mendalam bagi rekan, sahabat, serta masyarakat yang pernah mengenalnya.
Ketua LPK-RI Sulut, Stevie Sumampow, dan semua pengurus dan anggota menyampaikan belasungkawa yang tulus atas kepergian almarhum.
Ia mengenang Pato Anoa sebagai pribadi yang penuh dedikasi, termasuk saat di tugasksn bersama-Maramis untuk membantu mengambil kembali kendaraan milik masyarakat yang sempat di tahan/mobil di rantai oleh Debcol, yang mengalami permasalahan dengan pihak finance di Manado.
Menurut Stevie, almarhum bukan hanya sekadar anggota organisasi, melainkan sosok yang memiliki jiwa solidaritas tinggi. “Kami sangat kehilangan. Pato adalah pribadi yang selalu hadir membantu tanpa pamrih,” ujarnya dengan penuh haru.
Suasana duka juga terasa di Kota Manado hingga ke tanah kelahirannya di Remboken. Banyak pihak mengaku terkejut atas kepergian mendadak tersebut, mengingat almarhum dikenal aktif dan dekat dengan berbagai kalangan masyarakat.
Pato Anoa dikenal sebagai figur yang disegani, namun tetap membumi dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak pernah menggunakan pengaruh atau kekuatannya untuk hal-hal negatif, melainkan selalu menempatkan diri sebagai penolong bagi sesama.
Nilai hidup yang ia pegang, mencerminkan filosofi Minahasa “Sitou Timou Tumou Tou”, di mana manusia hidup untuk memanusiakan orang lain. Prinsip ini tercermin nyata dalam setiap tindakan dan interaksinya dengan lingkungan sekitar.
Di mata para senior, almarhum dikenal santun dan penuh hormat. Ia mampu menjaga etika serta menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang lebih tua, menjadikannya sosok yang dihargai dalam berbagai komunitas.
Tak hanya itu, Pato juga dikenal sangat dekat dengan kalangan muda. Ia kerap merangkul generasi muda tanpa memandang latar belakang, menjadi tempat berbagi, memberi nasihat, bahkan menjadi pelindung bagi mereka yang membutuhkan.
Kepergian almarhum sontak memicu gelombang ucapan duka di media sosial. Banyak yang membagikan kenangan dan kisah kebaikan Pato, menggambarkan sosok yang tulus dan selalu hadir dalam membantu sesama.
Kini, Pato Anoa telah pergi, namun jejak kebaikan dan persaudaraan yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. Selamat jalan Maikel “Pato Anoa” Lantu, namamu akan selalu dikenang dalam setiap cerita tentang kebaikan di Manado dan Remboken.
WIS















