Sulut Manado – visualharian.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat penghematan signifikan dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas kepala daerah sepanjang tahun 2025. Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, berhasil menekan pengeluaran hingga mencapai Rp1,9 miliar melalui kebijakan efisiensi yang diterapkannya.
Penghematan tersebut terungkap dalam laporan penggunaan anggaran yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulut. Kebijakan efisiensi ini menjadi bagian dari komitmen gubernur untuk mengelola keuangan daerah secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Sulut, Christian A.R. Iroth, S.STP., menjelaskan bahwa penghematan tersebut terutama berasal dari pengurangan biaya perjalanan dinas yang biasanya menyertakan rombongan atau pendamping.
Menurut Iroth, langkah yang diambil gubernur terbilang cukup luar biasa. Pasalnya, dalam banyak kesempatan perjalanan dinas, gubernur memilih untuk berangkat tanpa didampingi ajudan maupun rombongan besar seperti yang lazim terjadi sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bukan hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga menunjukkan komitmen pimpinan daerah dalam memberi contoh pengelolaan anggaran yang efisien kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Ini memang penghematan yang sangat signifikan. Setiap kali melakukan perjalanan dinas, gubernur sering berangkat tanpa ajudan sehingga biaya yang biasanya dialokasikan untuk pendamping dapat ditekan,” ungkap Iroth.
Langkah efisiensi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam menata kembali prioritas belanja daerah agar lebih fokus pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.Dengan adanya penghematan hingga Rp1,9 miliar tersebut, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk perjalanan dinas dapat dialihkan untuk mendukung berbagai program pembangunan serta pelayanan publik di Sulawesi Utara.
Sejumlah pihak menilai kebijakan ini sebagai bentuk kepemimpinan yang memberi teladan dalam penggunaan anggaran negara secara bijak, terutama di tengah tuntutan efisiensi belanja pemerintah.Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap langkah efisiensi yang dilakukan oleh Gubernur Yulius Selvanus ini dapat menjadi budaya kerja baru di lingkungan pemerintahan, sehingga setiap penggunaan anggaran benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas.
WIS













