Sulut Manado—visualharian.com Wisje Maramis ketua FMPS, ( Forum Media Pewarta SUlUT) Kepergian Maikel “Pato Anoa” Lantu, Sosok Bersahaja yang Tinggalkan Jejak Kebaikan Mendalam 2/mei 2026.
“Preman Berhati Malaikat” Pato Anoa Berpulang, FMPS Sulut Kehilangan Sosok Penuh Kepedulian
Kepergian Maikel “Pato Anoa” Lantu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh rekan di Forum Media Pewarta Sulawesi Utara (FMPS).
Sosok yang dikenal luas sebagai “preman berhati malaikat” ini berpulang, membawa serta sejuta kenangan indah bagi banyak orang yang pernah mengenalnya.
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang hangat, mudah bergaul, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadirannya kerap menjadi penyejuk, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Ketua FMPS Sulut, Wisje Maramis, bersama Tim menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian sosok yang begitu dekat di hati banyak orang tersebut. Baginya, Pato bukan hanya sekadar rekan organisasi, melainkan sudah seperti saudara sendiri.
“Pato bukan hanya bagian dari FMPS, tetapi bagian dari keluarga besar kami. Kehadirannya selalu membawa semangat dan kebersamaan,” ujar Wisje dengan penuh haru.
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Forum Media Pewarta Sulawesi Utara (FMPS) atas kepergian sosok yang dikenal rendah hati dan penuh kepedulian, Maikel Lantu atau yang akrab disapa Pato Anoa.
Kepergiannya meninggalkan luka, sekaligus kenangan indah bagi banyak orang yang pernah mengenalnya.
Wisje Maramis, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia menegaskan bahwa almarhum bukan hanya sekadar rekan, tetapi juga saudara yang selalu hadir dalam suka maupun duka.
Menurut Wisje, Pato Anoa dikenal sebagai pribadi yang tulus dalam membantu sesama tanpa pamrih. Banyak orang merasakan langsung kebaikan hatinya, terutama dalam situasi sulit yang membutuhkan uluran tangan.
Selama hidupnya, Pato Anoa juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, baik di Manado maupun di tanah kelahirannya di Remboken.
Ia selalu berusaha menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepergiannya tentu meninggalkan kekosongan yang tidak mudah tergantikan.
Sosoknya yang sederhana namun penuh makna menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya rekan-rekan di lingkungan FMPS.
Wisje Maramis menambahkan bahwa nilai-nilai persaudaraan yang ditanamkan oleh almarhum akan terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Semangat kebersamaan itulah yang menjadi warisan paling berharga.
Tidak sedikit pihak yang turut menyampaikan belasungkawa, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan ketulusan yang telah diberikan oleh Pato Anoa semasa hidupnya.
Di mata sahabat dan kolega, Pato Anoa adalah sosok yang selalu menghadirkan ketenangan dan kehangatan. Ia mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
Kini, meski raganya telah tiada, namun cerita tentang kebaikan dan ketulusan hatinya akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. Jejaknya akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan hidup yang penuh arti.
Selamat jalan Maikel “Pato Anoa” Lantu. Namamu akan selalu abadi dalam setiap cerita tentang kebaikan, persaudaraan, dan ketulusan, khususnya di Manado dan Remboken.
Warisan nilai yang engkau tinggalkan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Red















