Gubernur Sulut Tak Hadir di Miangas, Ini Penjelasan di Balik Instruksi Langsung Sekretaris Kabinet RI
Sulut- Miangas –visualharian.com Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (9/5/2026), menjadi momentum strategis yang sarat makna geopolitik dan penguatan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan utara.
Pulau Miangas yang berada di ujung terluar Indonesia bukan sekadar kawasan administratif biasa. Wilayah tersebut merupakan simbol batas kedaulatan negara yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan memiliki posisi penting dalam kepentingan pertahanan, keamanan, serta diplomasi kawasan.
Kunjungan Presiden di wilayah terluar Indonesia itu pun menyita perhatian publik nasional, termasuk masyarakat Sulawesi Utara. Kehadiran kepala negara di kawasan perbatasan dinilai sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan dan penguatan wilayah strategis nasional.
Namun di tengah agenda kenegaraan tersebut, publik sempat mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Utara dalam penyambutan Presiden di Pulau Miangas.
Padahal berdasarkan informasi yang diperoleh, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama unsur Forkopimda telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal sejak beberapa hari sebelum kedatangan Presiden. Bahkan persiapan pengamanan dan koordinasi berlangsung hingga larut malam.
Ketidakhadiran Gubernur Sulut dan Forkopimda Provinsi ternyata bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung yang disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat malam (8/5/2026).
Dalam instruksi tersebut, Gubernur Sulut bersama unsur Forkopimda diminta tetap berada di Manado guna memastikan stabilitas daerah, pengendalian wilayah, serta kesiapsiagaan pengamanan regional selama Presiden RI melaksanakan kunjungan kerja di kawasan perbatasan utara NKRI.
Keputusan tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pengamanan berlapis dalam kunjungan kepala negara, terutama mengingat posisi Miangas yang memiliki nilai strategis tinggi dari sisi pertahanan dan geopolitik nasional. Pemerintah pusat menilai kehadiran pimpinan daerah di pusat kendali wilayah tetap diperlukan untuk memastikan seluruh sistem koordinasi berjalan optimal.
Langkah itu juga menunjukkan pola koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas nasional. Di satu sisi Presiden melakukan kunjungan langsung ke wilayah terdepan Indonesia, sementara di sisi lain unsur pimpinan daerah tetap siaga di pusat pemerintahan provinsi sebagai bagian dari sistem pengamanan dan pengendalian regional.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Miangas pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pembangunan kawasan perbatasan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pulau terluar, serta menegaskan bahwa negara hadir hingga ke titik paling utara Indonesia.
Red















