Jawa Barat visualharian.com -Kecamatan Surade terdiri dari 11 desa dan 1 kelurahan, yaitu: Desa Buniwangi, Cipeundeuy, Citanglar, Gunungsungging, Jagamukti, Kadaleman, Kademangan, Pasiripis, Sirnasari, Sukatani, Wanasari, dan 1 Kelurahan Surade.
Di antara desa dan Kelurahan yang paling Eksostik adalah Desa Gunungsungging yang mempunyai penduduk paling ramai dan lahan paling sempit. Sedangkan Desa Kadaleman adalah wilayah yang paling luas namun penduduk paling sedikit. Desa ini berisi sejarah biota laut jaman purba.
Desa Gunungsungging memiliki Museum Megalodon di Desa Gunungsungging, Sukabumi, Jawa Barat yang menawarkan pengalaman wisata pengetahuan yang unik dan edukatif. Museum ini menyimpan lebih dari 500 fosil hewan laut purba, termasuk gigi Megalodon, kerang, tulang paus, dan ambergris. Dengan koleksi yang luar biasa ini, pengunjung dapat mempelajari tentang kehidupan laut purba dan sejarah bumi.
“Museum dilengkapi dengan diorama dan display interaktif yang membuat pengalaman lebih menyenangkan. Pengunjung dapat menyentuh fosil asli dan belajar tentang geologi dan sejarah alam secara langsung. Dan ini kami yakin paling lengkap koleksi di seluruh dunia. Tidak ada selengkap yang ada pada kami,” tutur Ely Yulyanti, Selasa (11/11) sore di ruang Museum Megalodon, Desa Gunung Sungging, Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Eli, Museum Megalodon juga memiliki program edukasi “Museum Goes to School” yang bertujuan untuk mendekatkan museum kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Dengan demikian, museum ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat edukasi dan pelestarian warisan budaya.
Sebagai Ketua Museum Megalodon adalah Ely Yulianti, bukan Eli Yulyanti. Ely Yulianti telah menghibahkan tanah seluas 2.000 meter persegi untuk pembangunan gedung museum baru dan sangat peduli dengan pelestarian warisan budaya di Desa Gunung Sungging, Sukabumi.
Lanjut Eli, Museum Megalodon di Desa Gunungsungging, Sukabumi, Jawa Barat, diresmikan pada 19 Februari 2021. Museum ini berdiri sebagai upaya pelestarian warisan sejarah dan pusat wisata edukasi, menampilkan fosil-fosil hewan purba yang ditemukan di kawasan tersebut, termasuk gigi Megalodon, moluska, dan tulang paus.
Dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal dan pemerintah dan Yayasan Sri Asih Pakidulan berperan sebagai inisiator pembangunan museum ini. Selain itu, museum ini juga mendapatkan dukungan dari Geopark Ciletuh Palabuanratu dan Bidang Pengelola Situs Geologi.
Museum Megalodon ini pun memiliki program “Museum Goes to School” untuk mendekatkan museum kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian warisan budaya dan alam.
Universitas Padjajaran melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjajaran 2025 menawarkan Tracking Gancient History: Explore The Cave and Megalodon Fossil menawarkan keanekaragaman peninggalan dan objek wisata yang menarik dengan kekentalan budaya yang masih terjaga, termasuk warisan leluhur seperti opak, gua, gerabah, air kesucian hingga fosil hiu purba Megalodon.
Red













