Gubernur Sulut Kukuhkan 3.420 PPPK, Tekankan Dedikasi dan Profesionalisme Pelayanan Publik
visualharian.com Sulut Manado,18 Juli 2025 Langit pagi di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) bersinar cerah, menyambut barisan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang memenuhi lapangan dengan sikap tegap dan semangat menggelora.
Pada Jumat pagi itu, Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, secara resmi mengukuhkan sebanyak 3.420 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pengukuhan massal ini menandai dimulainya babak baru dalam birokrasi dan pelayanan publik di daerah ini.
Pengukuhan yang berlangsung khidmat pukul 08.00 WITA tersebut merupakan realisasi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Sebanyak 3.420 orang yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian itu resmi menyandang status PPPK, bentuk pengangkatan pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja.
Dari total 3.420 PPPK yang dikukuhkan, sebanyak 3.324 orang merupakan tenaga teknis yang akan langsung memperkuat lini kerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Sulut.
Sementara itu, 96 orang lainnya akan bertugas sebagai tenaga pendidik yang akan disebar ke berbagai sekolah di seluruh penjuru Sulawesi Utara.
Dalam pidato pengarahannya, Gubernur Yulius Selvanus menekankan dengan penuh semangat pentingnya dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam melayani masyarakat.
“Momen bersejarah ini bukanlah sekadar seremoni belaka,” tegas Gubernur Yulius di hadapan ribuan PPPK baru dan para pejabat. “Ini adalah simbol dimulainya tanggung jawab besar yang diemban demi kemajuan daerah kita tercinta.”
Gubernur Yulius menegaskan bahwa status sebagai PPPK membawa konsekuensi dan tuntutan kinerja yang tinggi. Ia berharap besar seluruh PPPK yang baru dikukuhkan mampu mengubah kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki menjadi kontribusi nyata dan berdampak langsung bagi pembangunan Sulawesi Utara.
“Harapan besar pemerintah dan masyarakat Sulut tertumpu pada pundak kalian.
Tunjukkanlah kinerja terbaik, jaga integritas, dan berikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jadilah garda terdepan dalam mewujudkan birokrasi yang efisien dan melayani,” pesan Gubernur Yulius, disambut tepuk tangan riuh peserta upacara.
Pengukuhan massal 3.420 PPPK ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengisi kekosongan dan memperkuat tenaga profesional di berbagai sektor pelayanan publik dan pendidikan di Sulawesi Utara.
Salah satu peserta, Hetty S., tak menyembunyikan sukacitanya usai dilantik. Saat diwawancarai media, visual harian ia menyatakan, “Saya sangat bersyukur. Harapan yang selama ini dinanti akhirnya terwujud. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kesempatan untuk berkontribusi bagi kemajuan Sulut.”
Hetty, yang akan bertugas di salah satu instansi, mengungkapkan perjalanan panjangnya menanti kepastian ini. “Proses seleksi yang ketat dan penantian yang lama terbayar lunas hari ini.
Saya siap bekerja untuk membawa perubahan, khususnya untuk peningkatan pekerjaan tambahnya penuh semangat.
Pengukuhan ini juga diapresiasi kalangan pemerhati kebijakan publik. Menurut mereka, langkah ini tak hanya mengurangi ketimpangan tenaga profesional antarwilayah tetapi juga memperkuat kapasitas birokrasi dalam menyongsong target pembangunan daerah 2025–2030.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Acara pengukuhan berjalan lancar dan diakhiri dengan foto bersama sebagai tanda dimulainya era baru PPPK Sulut.
Wisje













