visualharian.com Sulut Manado, 22 Juli 2025– Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menjawab keluhan masyarakat pulau terpencil dengan kebijakan tegas: meningkatkan pasokan listrik di Pulau Gangga, Talise, dan Mantehage dari hanya 6 jam menjadi 12 jam sehari. Langkah ini diambil sebagai solusi darurat menggunakan genset, menyusul keprihatinan Gubernur atas keterbatasan akses listrik yang dialami warga.
Kebijakan tersebut diumumkan Gubernur Yulius usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (22/7/2025). Dengan nada prihatin, ia menyatakan, “Hanya 6 jam, itu kasihan. Saya perintahkan kita bantu genset untuk bisa hidup 12 jam dulu,” tegasnya. Peningkatan jam nyala listrik ini dimaksudkan sebagai solusi jangka pendek.
Selama ini, masyarakat ketiga pulau tersebut terbebani oleh jam listrik yang sangat terbatas. Kondisi ini dinilai telah mengganggu berbagai aktivitas penting, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan dasar di pulau-pulau terpencil itu.
Dengan tambahan pasokan listrik menjadi 12 jam sehari, diharapkan terjadi peningkatan signifikan pada kualitas hidup warga. Manfaat khususnya sangat dirasakan oleh nelayan dan pelaku UMKM setempat yang sangat bergantung pada fasilitas pendingin untuk menyimpan hasil tangkapan laut dan produk usaha mereka.
Gubernur Yulius tidak berhenti pada solusi darurat untuk tiga pulau tersebut. Ia juga menyatakan komitmen kuatnya untuk memperluas elektrifikasi ke tiga kabupaten kepulauan lainnya: Talaud, Sangihe, dan Sitaro. “Saya punya cita-cita dalam waktu dekat, listrik hidup di tiga kabupaten dan kota ini,” ujarnya, menegaskan visi pemerataan energi di seluruh Sulut.
Upaya konkret untuk mewujudkan visi tersebut telah dimulai di Kabupaten Talaud. Tim Pemerintah Provinsi Sulut yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Denny Mangala, telah melakukan peninjauan ke PLTU berkapasitas 2×3 MW di Desa Tarun.
PLTU di Tarun tersebut diketahui telah mangkrak atau tidak beroperasi. Revitalisasi terhadap pembangkit listrik tenaga uap ini diharapkan menjadi kunci untuk menjawab krisis listrik kronis yang telah lama dialami masyarakat di Kabupaten Talaud.
Kebijakan peningkatan jam listrik dengan genset dan upaya revitalisasi PLTU mangkrak menunjukkan langkah nyata Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Yulius dalam mengatasi persoalan mendasar kelistrikan, khususnya di wilayah kepulauan terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi yang memadai.
Wisje














