Pemprov Sulut Berikan Santunan Rp1 Juta hingga Rp5 Juta untuk Korban KM Barcelona, Dua Korban Masih Dicari ibu
visualharian.com Manado, 29 Juli 2025- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) secara resmi mengumumkan pemberian santunan bagi seluruh 678 penumpang KM Barcelona V.A. yang terlibat dalam kebakaran tragis di perairan Talise pada 20 Juli lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Ir Adolf H. Tamengkel, menyampaikan komitmen ini dalam konferensi pers Senin (28/7), mewakili Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Santunan tunai akan diberikan secara simbolis dengan besaran berbeda. Korban yang selamat akan menerima Rp1 juta per orang, sedangkan keluarga korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp5 juta per orang. Kebijakan ini berlaku untuk semua penumpang,
Sekalipun mereka tidak ada dalam manifes kapal maupun ada, sebagai bentuk empati pemerintah atas musibah tersebut.
Namun, keputusan mengenai nilai santunan ini memicu pro dan kontra di masyarakat. Beberapa pihak mempertanyakan kecukupan nominal tersebut.
Menanggapi hal ini, BPBD Sulut menegaskan bahwa bantuan utama pemerintah sebenarnya terletak pada layanan kesehatan gratis bagi korban yang dirawat, pemulangan jenazah, serta pendampingan administrasi bagi keluarga korban. “Santunan uang adalah bentuk simbolis.
Fokus kami pada pemulihan korban dan penyelesaian investigasi,” jelas Tamengkel.
Sementara upaya pemulihan berjalan, pencarian dua korban yang masih hilang, yaitu Levi Aiba dan Hamen Langinang, terus dilakukan secara intensif oleh Basarnas.
Meskipun operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi telah ditutup pada 26 Juli sesuai prosedur standar operasi (SOP), Basarnas tetap berkoordinasi dengan nelayan setempat serta TNI-Polri untuk mencari kejelasan nasib kedua korban, yang sangat dinantikan oleh keluarga mereka.
Pemprov Sulut juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran nelayan dan relawan yang menjadi pahlawan dalam evakuasi awal korban.
Gubernur Yulius Selvanus sebelumnya telah berjanji akan memberikan penghargaan khusus kepada mereka, termasuk bantuan penyelesaian dokumen kependudukan bagi korban spesifik seperti balita Liora dan ibu hamil yang berhasil melahirkan setelah selamat dari tragedi.
Di sisi lain, respons cepat Pemprov Sulut dan Polda Sulut dalam penanganan bencana mendapat apresiasi dari keluarga korban dan penyintas.
Yoce Adam, kerabat almarhumah Asna Lapai, mengucapkan terima kasih atas evakuasi dan pendampingan hingga pemulangan jenazah.
Para penyintas juga mulai menunjukkan pemulihan fisik, meski trauma psikologis akibat peristiwa mengerikan itu masih membayangi.
Tragedi KM Barcelona V.A. telah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut di Sulawesi Utara. Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi bahkan turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan kasus.
Pemprov Sulut menegaskan komitmen kuatnya untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Selain mendukung investigasi tuntas untuk mengungkap penyebab kebakaran, Pemprov Sulut berjanji akan memperketat pengawasan operasional kapal, khususnya yang melayani rute-rute terpencil, serta mengkaji ulang kebijakan keselamatan pelayaran.
“Kami ingin masyarakat Kepulauan Nusa Utara tetap bisa mengandalkan transportasi laut tanpa dihantui kekhawatiran,” tegas Kadis BPBD Tamengkel menutup pernyataan.
Wisje














