visualharian.com Manado, 30 Juli 2025– Pelantikan Ketua Lingkungan (Ketling) Lingkungan III Kampung Merdeka, Kelurahan Dendengan Dalam, berlangsung ricuh dan nyaris memicu bentrok fisik antara warga dan aparat, Rabu (30/7/2025). Massa yang memprotes pelantikan Jemmy Hanibe berusaha dibubarkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), memicu ketegangan tinggi.
Insiden terjadi saat prosesi pelantikan dimulai. Warga yang telah berkumpul sejak pagi menyatakan penolakan keras terhadap Jemmy Hanibe.
Mereka meneriakkan tuntutan agar Walikota Manado bertanggung jawab atas proses pemilihan yang dinilai tidak transparan dan mengabaikan aspirasi masyarakat. Suasana memanas ketika aparat Satpol PP berusaha menahan laju massa.
Aksi pembubaran oleh oknum petugas Satpol PP memicu amarah warga. Hampir terjadi baku pukul saat warga berusaha mempertahankan posisi mereka.
Beberapa warga terlihat terdorong dan terhimpit dalam kericuhan singkat sebelum situasi sedikit mereda berkat upaya peredaan dari sejumlah tokoh masyarakat.
Protes ini berakar dari ketidakpuasan warga terhadap proses seleksi dan penunjukan Jemmy Hanibe.
Warga menuding proses pemilihan tidak melibatkan partisipasi publik secara memadai, tertutup, dan diduga menguntungkan pihak tertentu. “Aspirasi kami sama sekali tidak didengar, hasilnya sudah ditentukan dari atas,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Selain masalah prosedur, warga juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut keabsahan ijazah Jemmy Hanibe. Mereka mencurigai ijazah yang digunakan hanya berbasis Surat Keterangan Kepolisian (SKK) dan bukan ijazah pendidikan formal yang sah. Dugaan ini menambah ketidakpercayaan terhadap integritas calon.
Haifa, salah satu penggerak aksi, menegaskan kekecewaan mendalam warga. “Kami sudah muak dengan kepemimpinan Jemmy Hanibe yang korup dan tidak aspiratif selama ini,” tegas Haifa di tengah kerumunan massa. Dia menyatakan warga tidak akan tinggal diam jika tuntutan mereka diabaikan.
Haifa mengancam akan mengeskalasi protes ke tingkat provinsi. “Jika Pemerintah Kota Manado tidak menuntaskan persoalan ini dengan segera dan adil, kami akan mengajukan petisi langsung kepada Gubernur Sulawesi Utara,” ancamnya. Warga memberi waktu singkat pada Pemkot untuk merespons tuntutan pencabutan pelantikan dan penyelenggaran pemilihan ulang yang transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Manado maupun pihak terkait mengenai kericuhan dan berbagai tuntutan warga. Pelantikan Jemmy Hanibe akhirnya tetap dilaksanakan di tengah pengawalan ketat, namun suasana di Lingkungan III Kampung Merdeka masih tegang. Warga memantau perkembangan dan keseriusan pemerintah menindaklanjuti keluhan mereka.













