MANADO – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Buruh Aksi Damai melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Selasa, 2 September 2025. Aksi ini direspons langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Forkopimda yang menerima para pendemo secara terbuka dan penuh dialog.
Dalam orasinya di tengah massa, Yulius Selvanus menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk menyerap semua aspirasi masyarakat, khususnya para buruh, dan mengajak bersama-sama membangun Sulut yang lebih baik. Ia juga mengajak buruh untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mengimbau doa agar presiden yang berdarah Minahasa tersebut kuat memimpin Indonesia menuju kemajuan.
Koorlap aksi buruh, Tommy Sampelan, menyampaikan delapan tuntutan utama dalam demo tersebut yang meliputi perhatian terhadap upah buruh, pembentukan desk ketenagakerjaan, serta pemberantasan dugaan makelar kasus di Dinas Tenaga Kerja. Ia juga menegaskan bahwa demo berjalan damai dan tertib tanpa tindakan anarkis.
Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Silangen, turut hadir menerima para pendemo dan memberikan pencerahan dengan mengajak pendemo menyanyi lagu rohani “Ya Tuhan Tiap Jam” sebelum menutup acara dengan doa bersama. Doa penutup ini menjadi simbol damai dan kekompakan antara pemerintah dan masyarakat buruh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pintu pemerintah selalu terbuka untuk dialog dan aspirasi masyarakat, bahkan menyatakan kesiapannya menerima warga hingga larut malam. Ia juga memaparkan capaian pembangunan Sulut, seperti inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, sebagai bukti kerja nyata pemerintah bersama masyarakat.
Suasana aksi yang berlangsung di depan kantor gubernur pun menjadi simbol demokrasi yang sejuk dan bermartabat, menandakan Sulawesi Utara sebagai daerah yang mampu menjaga harmoni di tengah berbagai aspirasi rakyat.
Demo buruh hari ini menjadi bukti bahwa aspirasi warga Sulut didengar dan ditindaklanjuti dengan cara damai, terbuka, dan membangun, yang memberikan kesejukan bagi semua pihak di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang ada.
Wisma













