Halmahera tenggara ( Weda) visual harian.com Seruan moral disampaikan Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Provinsi Sulawesi Utara, Maurits Koloay, terkait maraknya dugaan pelanggaran di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Halmahera Tengah (Halteng), khususnya di Kecamatan Weda.
Dengan nada humanis namun tegas, Koloay mengingatkan bahwa penegakan hukum tidak hanya soal ketertiban, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan moral masyarakat.
Menurutnya, aktivitas hiburan malam yang beroperasi tanpa izin resmi, menjual minuman keras ilegal, hingga dugaan melibatkan anak di bawah umur, merupakan masalah serius yang dapat mengancam tatanan sosial.
“Ini bukan semata-mata persoalan administrasi. Ini menyangkut moral, hukum, dan masa depan generasi muda kita. Saya berharap Polres Halteng bisa bertindak cepat dan profesional dalam menegakkan aturan,” ujar Koloay, Jumat (31/10/2025).
Koloay yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menegaskan bahwa ketegasan aparat kepolisian dan dukungan pemerintah daerah menjadi pondasi utama terciptanya rasa aman dan bermartabat di tengah masyarakat.
Ia meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tempat hiburan malam di wilayah Halteng, terutama terkait legalitas izin operasional dan praktik di lapangan.
“Jangan ada pembiaran. Bila ditemukan pelanggaran, apalagi melibatkan anak-anak yang belum memiliki KTP, maka sanksi harus diberikan secara tegas dan adil,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk memperkuat pengawasan serta memastikan aktivitas ekonomi berjalan selaras dengan norma hukum dan sosial. Koloay menilai, pembiaran terhadap pelanggaran semacam ini hanya akan mencoreng citra daerah dan melemahkan wibawa hukum di mata masyarakat.
“Halteng harus dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi hukum, etika, dan nilai kemanusiaan. Jangan sampai karena kepentingan ekonomi segelintir pihak, marwah daerah dan generasi muda kita dikorbankan,” ujarnya penuh keprihatinan.
Di akhir pernyataannya, Koloay mengajak masyarakat untuk tidak diam dan turut menjaga ketertiban bersama. “Semua pihak harus bergerak. Masyarakat
WIS













