Wanita Tangguh DR Ir Agnitje Nelly Rumambi M.Si Berpulang, Ribuan Mata Menangis
Manado, visualharian.com — Ribuan mata menangis atas kepergian DR Ir Agnitje Nelly Rumambi M.Si, sosok wanita hebat dan tangguh yang dikenal ramah, tidak memilih derajat dalam pergaulan, serta mudah berbaur dengan semua kalangan. Almarhumah dikenal suka mencari keluarga, aktif berorganisasi, bahkan pernah tercatat sebagai calon legislatif dari Partai Perindo. Ia juga merupakan bagian dari keluarga besar Maramis dan dipercaya sebagai Bendahara KBM (Keluarga Besar Maramis) Sulawesi Utara.

Agnitje Rumambi, atau akrab disapa Itce, berhasil mendidik ketiga anaknya hingga meraih kesuksesan. Anak pertama, Adrian, kini menjabat sebagai salah satu pejabat di lingkungan Angkasa Pura Jakarta. Anak kedua, Avianto Januar Wibowo, selalu setia mendampingi sang ibu selama masa sakit. Sementara si bungsu, Alvin Marco Rumambi Wibowo, bekerja sebagai pilot di maskapai Line Aer. Kesederhanaan menjadi pola hidup yang terus ditanamkan Itce kepada anak-anaknya.
Kepergian Itce yang begitu tiba-tiba membuat banyak pihak sulit percaya, namun kenyataan berkata lain. Ia dipanggil pulang oleh Sang Pencipta pada Jumat, 14 November 2025, di RSUP Prof. Kandou Malalayang, pukul 05.30 WITA. Almarhumah tutup usia pada 66 tahun, 4 bulan, dan 25 hari. Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, mengenang bahwa tugasnya di dunia telah selesai.

Almarhumah lahir di Manado pada 20 Juni 1959 dari pasangan Paulus Rumambi dan Hermina Bolang. Ia tumbuh dan besar di Desa Wusa, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Itce kemudian menikah dengan Chadik Wibowo dan membentuk keluarga Wibowo–Rumambi. Pasangan ini dikaruniai tiga anak laki-laki: Adrian Nofry Wibowo, Avianto Januar Wibowo, dan Alvin Marco Rumambi Wibowo, yang masing-masing telah menambah kebahagiaan keluarga melalui kehadiran cucu-cucu tercinta.
Dalam riwayat pendidikan, Itce menamatkan SD dan SMP Kristen Wusa, kemudian melanjutkan ke SMA Imanuel Manado. Ia memperoleh gelar S1 Peternakan di Universitas Sam Ratulangi (1996), S2 Agronomi di Institut Pertanian Bogor (1995), dan melanjutkan ke Program Doktor Ilmu Ternak di IPB pada 2012. Perjalanan akademiknya menunjukkan dedikasi besar terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Kariernya sebagai ASN juga gemilang. Ia mencapai sejumlah kenaikan pangkat mulai dari Penata Muda III/a (1987), Penata Muda Tk. I III/b (1993), Penata III/c (1995), Penata Tk. I III/d (2000), Pembina IV/a (2007), hingga Pembina Tk. I IV/b. Sedangkan dalam jabatan fungsional, ia pernah menduduki posisi Asisten Ahli Muda (1990), Asisten Ahli (1994), Lektor Muda (1994), Lektor Madya (1999), Lektor (2002), hingga Lektor Kepala (2007).
Untuk jabatan struktural, ia pernah menjadi Sekretaris Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak pada 2018–2022 serta tenaga ahli pada tim swakelola penelitian pengembangan teknologi tepat guna pakan ternak Provinsi Gorontalo pada 2008. Total masa kerjanya mencapai 37 tahun 4 bulan, menjadikannya figur ASN yang berdedikasi tinggi.
Dalam pelayanan gereja, Itce aktif sebagai anggota Jemaat Kolom 7 GMIM Efata BTN Koka Mapanget Barat. Ia juga pernah menjabat sebagai Bendahara Komisi Pembangunan. Selama hidupnya, gereja menjadi salah satu tempat ia mengabdikan hati dan tenaga.
Pada malam penghiburan kedua, keluarga mendapat kunjungan langsung dari Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkai. Dalam sambutannya, Mailangkai menyampaikan duka mendalam, mengenang Itce sebagai sahabat semasa SMA sekaligus tim suksesnya saat pencalonan gubernur dan wakil gubernur Sulut. Ia menyebut Itce sebagai sosok ulet, setia, dan selalu berkomunikasi meski dalam kondisi sakit.

Ibadah pemakaman dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025, dipimpin langsung oleh Ketua Jemaat GMIM Efata BTN Koka Mapanget Barat, Pdt Ester Rumambi S.Th. Jenazah kemudian dimakamkan di Desa Winetin, berdekatan dengan makam orang tuanya. Ratusan karangan bunga dari pejabat hingga masyarakat umum memenuhi rumah duka, sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Panji Josua Jemaat Efata BTN Koka Mapanget Barat turut setia mengawal jenazah dari rumah duka hingga ke pemakaman bersama ratusan pelayat lainnya. Keluarga akhirnya mengamini bahwa apa yang Tuhan lakukan adalah baik adanya. “Selamat jalan istriku, mama, oma, dan saudari. Sampai bertemu di Yerusalem Baru,” demikian pesan keluarga, seraya mengutip 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.”
Wis













