Polemik Koperasi Merah Putih Uji Kedekatan AA dan YSK di Manado
harianvisual.com Sulut Manado LPK-RI Soroti Pelanggaran Proses dan Pembiaran AA dalam Polemik Koperasi Merah Putih
Sabtu 14 Juni 2025– Polemik Koperasi Merah Putih (KMP) di Manado kian memanas dengan keterlibatan Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI).
Maikel Pusung, Ketua LPK-RI Kota Manado, kepada Media secara tegas menyatakan akan memantau proses pembentukan KMP untuk memastikan kepatuhan aturan dan perlindungan konsumen.
Dalam pernyataan kerasnya, Pusung mengungkapkan sejumlah pelanggaran prosedural:
Pemilihan Pengurus Tidak Sah “Pemilihan Pengurus Koperasi Merah Putih tidak sesuai Juklak dan aturan yang ada,” tegas Pusung. Mayoritas pengurus disebut merupakan orang-orang dekat anggota dewan, camat, lurah, dan tim sukses PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pada Pemilu Legislatif dan Pilkada sebelumnya.
Proses seleksi dinilai penunjukan langsung oleh Kaling (orang terdekatnya) untuk ikut rapat dan tidak independen, memicu sindiran pedas Pusung dengan dialek Manado
“Ini namanya Koperasi ‘Merah Sasaja’” (Merah Samua,)
Tudingan ke Walikota AA, Pusung menyoroti peran Walikota Andrei Angouw yang dianggap melakukan pembiaran: “Walikota AA rupa kase biar ini kejadian, dia pura-pura nyada tau”(Walikota AA) membiarkan ini terjadi, dia pura-pura tidak tahu).
Pusung menegaskan LPK-RI akan segera turun ke lapangan untuk memverifikasi kelayakan operasional KMP dan mencegah potensi kerugian konsumen. “Kami berkepentingan memastikan koperasi berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Tudingan ini memperkuat analisis sebelumnya dari pengamat Arthur Malonda tentang ketegasan hubungan AA-YSK.
Kritik LPK-RI terhadap sikap pasif Walikota Angouw dalam polemik KMP semakin menguatkan narasi “pengkhianatan” terhadap Gubernur YSK, terutama karena dominasi kader PDIP dalam struktur pengurus koperasi.
1. Intervensi LPK-RI: Lembaga konsumen Manado akan mengawasi KMP demi perlindungan warga.
2. Pelanggaran Prosedur: Pemilihan pengurus dianggap nepotis dan tidak transparan, didominasi jaringan PDIP.3. Eskalasi Kritik ke AA: Pembiaran Walikota Angouw dinilai sebagai bentuk kelalaian yang disengaja.
4. Dimensi Baru Kontroversi: Isu koperasi berkembang dari ujian hubungan AA-YSK menjadi potensi maladministrasi.
Polemik Koperasi Merah Putih Uji Kedekatan AA dan YSK di Manado
Kedekatan Walikota Manado Andrei Angouw (AA) dan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang selama ini terlihat mesra, kini menghadapi ujian serius.
Polemik seputar pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Manado memicu tudingan bahwa Walikota Angouw membiarkan, bahkan dianggap mengkhianati Gubernur Komaling.
Arthur Sebagai Pengamat politik Ia mengingatkan betapa eratnya hubungan kedua pemimpin tersebut di masa lalu.
Malonda menyebut contoh nyata ketika Walikota Angouw, yang berasal dari PDIP, menjadi kepala daerah pertama dari partainya yang berani menyatakan ikut serta dalam retreat bersama YSK ke Magelang. Keberanian AA itu terjadi meskipun ada larangan tegas dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Namun, kini situasinya berbeda,” tandas Malonda. Ia menilai sikap Walikota Angouw dalam kasus pembentukan KMP di Manado cenderung hanya melakukan “pembiaran” Pembiaran ini, menurut Malonda, memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen AA terhadap hubungannya dengan Gubernur YSK di tengah isu yang sensitif.
Polemik KMP sendiri telah menjadi perbincangan hangat di Manado. Meski detail lengkap sumber konflik belum sepenuhnya terang, keberadaan koperasi ini dan proses pembentukannya dianggap oleh pihak tertentu, termasuk Malonda, sebagai potensi sumber friksi antara pemerintah kota dan provinsi.
Tudingan bahwa AA “mengkhianati” YSK melalui pembiaran terhadap KMP tentu saja merupakan klaim yang kuat dan berpotensi merusak citra kerjasama yang selama ini dibangun keduanya. Belum ada tanggapan resmi dari Walikota Angouw atau Gubernur Komaling terkait analisis Malonda .
1. Ujian Hubungan:Kedekatan AA (Walikota Manado) dan YSK (Gub Sulut) diuji oleh polemik Koperasi Merah Putih (KMP) di Manado.
2. AA dituding (oleh pengamat Arthur Malonda) melakukan pembiaran terhadap pembentukan KMP, bahkan dianggap mengkhianati YSK.
3. Kontras Masa Lalu:Tudingan ini kontras dengan kedekatan masa lalu mereka, dimana AA pernah berani langgar larangan Megawati (PDIP) untuk ikut retreat dengan YSK.
4. Sikap Pasif:Malonda menilai sikap AA saat ini hanya “pembiaran” terhadap KMP, yang memicu pertanyaan tentang komitmennya pada hubungan dengan YSK.
5. Konteks Sensitif: Polemik KMP menjadi isu sensitif yang berpotensi merusak kerjasama AA-YSK.
Tim/Red













