Manado, 30 Agustus 2025 – Sumampow sebagai ketua LPK- RI Sulut juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Stefanus “Stefi” Sumampouw, kembali menyerukan pesan penting bagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai. Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh warga Sulut untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak kerukunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Stefi saat berada di kantor sekretariat LPK-RI Sulut, Jumat (29/8/2025). Selain menjabat di Gerindra, ia juga dikenal sebagai penasihat Media LPK RI News, penasihat Forum Media Pewarta Sulut Sulut (FPMS), serta aktif di berbagai organisasi sosial.
Menurut Stefi, Sulawesi Utara memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi antarumat beragama, persaudaraan yang erat, serta budaya Si Tou Timou Tumou Tou yang diwariskan para leluhur. Nilai-nilai ini, tegasnya, harus terus dipelihara agar Sulut tetap dikenal sebagai daerah yang aman, damai, dan harmonis.
“Mari kita bersama-sama menjaga Sulut tercinta. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumbernya. Kita semua bersaudara dan cinta damai,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan, tantangan ke depan bagi masyarakat Sulut semakin kompleks, mulai dari arus informasi yang cepat di media sosial hingga gesekan kepentingan politik dan ekonomi. Karena itu, setiap individu diharapkan bijak dalam menyaring informasi serta tidak cepat terpengaruh oleh hoaks atau provokasi.
Sebagai tokoh politik dan juga figur di berbagai organisasi, Stefi menegaskan komitmennya untuk selalu berada di garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Ia percaya bahwa peran tokoh masyarakat, pemuda, dan media sangat penting untuk menjaga kesejukan suasana di tengah masyarakat.
“Media harus hadir sebagai penyejuk, bukan pemecah. Begitu juga pemuda dan organisasi masyarakat, hendaknya menjadi motor penggerak perdamaian,” tutur Stefi.
Stevie Sumampow, menyerukan ajakan persatuan dan kebersamaan kepada seluruh masyarakat Sulut. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Menurut Stevie, Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kekeluargaan, serta kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai inilah yang menurutnya harus terus dijaga sebagai fondasi utama membangun daerah yang lebih maju. “Mari kita sama-sama bangun Sulut tercinta, jangan mudah terprovokasi, karena Sulut cinta damai,” ucapnya.
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini, masyarakat harus semakin bijak dalam menyikapi setiap kabar yang beredar, khususnya di media sosial. Informasi yang tidak jelas kebenarannya, lanjut Stevie, kerap menjadi sumber perpecahan apabila tidak disaring dengan baik.
LPK-RI Sulut sendiri menegaskan bahwa lembaga ini tidak hanya fokus pada advokasi perlindungan konsumen, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketentraman sosial. Stevie menambahkan, pembangunan Sulut tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga tentang menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat.
“Jika masyarakat terpecah, sebaik apa pun pembangunan yang dilakukan tidak akan berjalan optimal. Sebaliknya, jika masyarakat rukun dan damai, semua program pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Stevie juga mengapresiasi peran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga komunitas pemuda yang selama ini aktif mendorong terciptanya Sulut yang kondusif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat Sulut tidak terjebak dalam isu-isu yang sengaja digoreng pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik maupun ekonomi. “Kita harus peka, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan keadaan demi kepentingan pribadi. Sulut adalah rumah kita bersama, mari kita jaga bersama,” tegas Stevie.
Seruan “Sulut Cinta Damai” ini bukan hanya slogan, melainkan pesan moral agar masyarakat terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Stevie mencontohkan, budaya “Si Tou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan sesama, harus menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.
Di akhir penyampaiannya, Stevie berharap agar seluruh elemen masyarakat tetap kompak, solid, dan bergandengan tangan demi terciptanya Sulawesi Utara yang aman, sejahtera, dan damai. “Mari kita jadikan Sulut sebagai contoh daerah yang harmonis, penuh persaudaraan, dan bebas dari konflik horizontal,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta damai, Stevie Sumampow meyakini Sulawesi Utara akan terus berkembang menjadi daerah yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang sudah diwariskan sejak lama.
Wis













